Kursus Nyetir

Akhirnyaaa seteleh melalu, negoisasi yang alot dan banyak nekat, saya beranikan diri untuk melakoni kursus nyetir alias mengemudi. Berbekal SK mutasi suami, saya bertekad bulat untuk bisa nyetir sendiri. Apa alasanya ? Karena saya sering gemes saat perjalanan jauh, suami mengantuk, malas berhenti dan saya tak bisa menggantikannya.

Masi tersisa 1 minggu jatah cuti saya, jadi akan saya manfaatkan untuk belajar nyetir mobil. Hari senin saya browsing -browsing ketemulah tulisan di kompasiana yang merekomendasikan seorang trainer di kursus mengemudi Natuna Jaya. Ada nomer telponnya, saya sms. Janjian untuk ketemu hari ini langsung mulai. Hari pertamaa, eng,.ing eng. Sebelumnya waktu cuti melahirkan anak ke dua, saya sudah dikomporin ibu-ibu komplek untuk belajar dengan karimun merah saya. Hasilnya pintu samping baret karena tergores tembook, dipelototin deh sama suami.

Sekarang saat nya menguju tekad dan nyali saya.
Hari pertama, janjian ketemu di CITOS dengan trainernya. Bapak-bapak sudah cukup sepuh dengan gaya bicara halus khas orang solo. Namanya pak Wiwiek, saya mengaku sama sekali belum pernah pegang mobil. Jadi dijelaskan oleh belau segala macem yang ada dalam interior skitar kursi driver.

Yang paling nancep dalam ingatan saya “Yang menjalankan mobil itu kopling bukan gas”. Gas dan kopling diinjak bergantian.
Setelah dijelaskan kami mulai melaju sambil masih tetap dijelaskan cara kerja dan how to operate nya. Sampai  beberapa meter akhirnya giliran saya memegang kemudi, dengan perasaan yang biasa saja tanpa nervous * cuihh sombong langsung saya pindah ke belakang kemudi. Injek kopling -masuk gigi satu-angkat kopling + injek  gas, jalaan dehhhh. si bapak langsun bilang “nahh ini mah sudah pernah bawa ” wink,. bawa maju mundur garasi rumah bonus baret pintu pak.

Berputar -putar mengelilingi komplek Sekneg dan MPR, jalan komplek berliku banyak tikungan . Heheheh kepanikan mulai terjadi saat belok dan memutaar kembali kemudi alias “bales” moncong mobil tetap miring . hahhaha “pak..pak gimana ini”. ahhh terkendali juga. tiap kali berpapasan dengan ada hambatan spt ada gangguan mobil parkir, saya memilih berhenti “sook lah duluan saya masih traineee”.

Setelah berputar-putar bonus menyeberang di perempatan dan lain-lain akhirnya keluar di jalan raya fatmawati, dan mulai menggunakan gigi 2. Belok di lampu merah dan berhenti di depan citos.
Tak terasa kursus 1 jam sudah dilalui tanpa kemringet dan kaki gemetar. hehhehe *sumbuuung.

Langsung woro-woro ke suami update progress sekalian kasih tau berapa baayarnya. Berharap kuitansinya bisa di reimburse. Uang registrasi 20 ribu, biaya kursus 600 ribu, charge weekend  50 ribu karena saya mulai hari selasa berakhir hari minggi. Total kerusakan 670 ribu. oh iya untuk pembuatan SIM A, saat ini tarifnya 850 ribuu, mahal amiir. Karena lagi susah disorot KPK jadi tarif makin mahal ** koq bisaaa?
Ahhh nunggu ada dinas ke Daan Mogot aja sekalian ke SAMSAT mencoba peruntungan bikin SIM dengan jalur Normal.

Wish me luck, nyupirnya jagooo

Advertisements

One thought on “Kursus Nyetir

  1. Selamat siang mba AES,

    Ternyata kita satu tempat yang sama untuk belajar setir mobilnya. Saya juga ikutan kursus setir mobil dengan pak wiwiek. Orangnya memang ramah, dan sabar. Tempat latihannya juga mudah untuk dicari. Belajar sama pak wiwiek buat saya bukan merupakan penyesalan, karna dengan beliau saya bisa menekan rasa gugup saya sehingga mudah untuk belajar.

    Bagi yang mau ikutan latihan dengan pak wiwiek juga, bisa menghubungi nomer rumahnya 0217657322 atau nomer hp nya 08980868802

    Best regards

    vhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s