Resign

Setelah menimbang, berfikir, berdoa akhirnya saya mengajukan pengunduran diri di perusahaan tempat saya bekerja. Efektif per 16 agustus 2013 status saya adalah Ibu Rumah Tangga (IRT).
Keinginan resign ini sudah pernah saya ungkapkan di pertengahan akhir tahun 2012, pemicunya adalah problem dengan asisten rumah tangga dan rasa bersalah yang muncul karena harus menyerahkan 8 jam atua lebih anak -anak dibawah pengawasan asisten rumah tangga

Saat perjalanan ibadah Haji  October 2012 lalu, saya memohon dengan sangat untuk dibukakan jalan agar tahun ini 2013 saya bisa berhenti bekerja dan lebih banyak menghabiskan waktu saya mengabdikan diri kepada keluarga.

Alhamdulillah semua jalan dibuka dan dimudahkan, tapi trigger paling ampuh adalah ketika anak saya pertama Einar (8) menangis dengan penuh emosi, dan menyalahkan diri sendiri untuk beberapa kesalahan yang dilakukan. Saya menangiss,. hati saya berkeping-keping retak. Ini kesalahan saya karena sudah mengorbankan mereka selama 8 tahun ini.

Esok harinya 24 Juni 2013 saya langsung menghadap atasan saya untuk menyampaikan keinginan saya ini. Saya masih begitu sedih sampai tidak bisa berkata apa-apa.

Dan di hari terakhir saya 1 agustus 2013, saya kembali menangis… ketika seorang sahabat menanyakan kabar resign saya. Begitu juga saat saya berpamitan dengan seluruh client-client  saya. 10 Tahun 7 bulan melayani, bersilaturahim, berteman di kantor mereka membuat saya begitu berat untuk melupakannya.

Keputusan sudah saya ambil, ini yang terbaik semoga berkah dan saya dapat memberikan yang terbaik untuk keluarga saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s