Sarapan sehat ala Jepang – Day 3

Perjalanan berlanjut. Pagi itu Nikko kalo tidak salah bersuhu 14 C. Bagi kami yang besar di tropis, suhunya agak kurang familiar …. duinginnn sekali. Agak malas untuk bangun sebenarnya. Namun karena banyak tidur tidak dianjurkan dalam perjalanan, maka pagi itu jam 6 pagi kami sudah beredar lagi. Kami stay di Rindou No Ie, minshuku (penginapan/guesthouse yang dikelola keluarga) berada agak di luar kota Nikko, di atas bukit yang asri. Penginapannya sendiri berada di lingkungan penduduk, jadi satu pengalaman baru bisa melihat kehidupan sehari-hari orang jepang.

P1030196

Di kota-kota non metropolis seperti Nikko, umumnya warga memiliki mini Car. Yang sebagian besar tidak kami lihat di Indonesia. Di sekitar lingkungan perumahan ini, ada taman dan jalan naik ke bukit. Yang ternyata di musim gugur (autumn) ini juga tak kalah cantik dengan yang pegunungan.

P1030209

Kami kemudian turun ke arah kota. Dan takjub dengan kebersihannya dari sampah artificial, ketertiban mereka berlalu lintas, dan got sekalipun-yang ternyata Jakarta meniru model-nya- terlihat bersih dan rapi.

P1030218

Agak ke bawah, ada jembatan yang memisahkan penginapan kami dengan kota. Meski sebenarnya jembatan biasa, namun kami berlama – lama di sana. Selain karena pemandangannya indah, bersihnya sungai dan sangat teraturnya mereka menata kota ini membuat kami betah.

P1030227

Lelah berjalan-jalan, kami kembali ke penginapan untuk menikmati sarapan khas jepang di hari ke 3 ini. Menu selengkap ini, cuman seharga 700 Y (Rp. 82.000), hummm yummyyy

P1030239

Saya akan bahas terkait minshuku ini di post terpisah. Saking berkesannya menginap di 3 minshuku yang berbeda di Nikko, Kawaguchiko dan Uji selama di Jepang. Setelah check out kami lanjutkan perjalanan hari ini naik ke gunung lagi. Rencananya kami akan menikmati pemandangan autumn yang lebih dramatis via kereta gantung Akechi-diara.

P1030274

Dari ketinggian inilah kami bisa melihat Nikko di bawah sana, dan Kegon Fall di seberang. Ada yang lucu ketika kami mengantri bus, monyet-monyet kebal dingin ini asik saja mondar-mandir bermain di antara para pengantri. Sambil makan roti lagi  🙂 

P1030283

Di perjalanan turun kembali ke Nikko, niat hati ingin mampir ke Shinkyo Bridge . Jembatan yang menjadi salah satu destinasi utama di Nikko. Cuman karena mengejar kereta, shinkyo terpuaskan dengan hanya melihatnya dari jendela Bus.

P1030287

Siang itu dengan berat hati kami harus meninggalkan Nikko. Kami sangat terkesan dengan kecantikan kota ini di musim gugur. Tak salah rupanya, kota ini menjadi destinasi utama wisata di session ini. Dengan kereta yang sama-Tobu Rapid kami kembali ke Tokyo. 148 menit perjalanan yang menyenangkan. Sedikit berbeda dengan keberangkatan yang ditemani rintik gerimis sepanjang perjalanan. Kali ini cuaca cerah ceria.

Sesampai di asakusa, kami nyebrang sedikit untuk narsis bersama Tokyo tower. Di sebelahnya ada ada monumen yang bentuknya lucu banget, seperti p*p.

P1030290 P1030300

Akhirnya perjalanan hari itu kami tutup dengan menikmati pantai buatan di Odaiba dan lezatnya kebab porsi jumbo. Duduk-duduk di ketenangan hening malam, sambil memuaskan diri melihat Rainbow bridge dan kerlip gedung-gedung pencakar langit di kejauhan.

P1030305

aes@2013

Advertisements

2 thoughts on “Sarapan sehat ala Jepang – Day 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s