Sushi terenak seJepang – day 4

P1030328

Another latepost, mohon maaf 🙂

9 November 2013, hari itu kami berjuang lagi untuk mengalahkan hangatnya selimut dengan dinginnya pagi. Menjelang musim dingin di Jepang ini, suhu di luar memang tidak jauh dari belasan derajat C. Jadi dengan merapatkan baju, dan menebalkan jaket kami mengayun kaki pagi itu menuju Tsukiji Market, sekitar 1 km dari penginapan kami di Higashi-Ginza tokyu stay. Rupanya di luar sudah banyak turis yang bertujuan sama dengan kami. Di area luarnya pun kedai-kedai Sushi sudah buka sepagi itu. Suasana masih gelap, karena memang masih jam 5 pagi (3 dinihari WIB).

Mengikuti arus dan mengandalkan insting, kami memasuki area pasar. Tujuan kami adalah melihat lelang ikan tuna yang segede gajah. Namun karena persiapan yang kurang, kami tidak berhasil menemukan tempatnya. Alih-alih, seorang petugas polisi dengan sopan dan antusias memberikan kami peta, dan memberi tahu kalo area pasar baru dibuka untuk turis jam 9.00, yang artinya masih 3,5 jam lagi. Kembali mengikuti arus dan petunjuk pak polisi kami akhirnya menemukan beberapa antrian di pagi itu. Awalnya kami pikir itu adalah antrian untuk lelang ikan. Namun setelah mengamati, rupanya antrian itu menuju warung-warung tradisional yang entah menjual apa. Akhirnya nimbrung dengan sesama turis, 2 dari New York dan 2 dari Hongkong, baru kami tahu bahwa mereka sedang antri ke Sushi dai. Hasil quick browse ke mbah gugel, baru tahu kalo tempat ini adalah sushi terenak seTokyo, salah satunya versi CNN, dan banyak blog yang lain (contoh : Tokyo food guide). Cuman ada trade off-nya. Karena enaknya itu, antrinya sekitar 2-3 jam. Setelah diskusi beberapa lama, akhirnya sepakat dengan @sapijowo untuk ikut antri. Kami antri bergantian. Di sekitarnya ternyata ada beberapa opsi warung yang sama, meski tidak seramai ini. Hasil nguping kiri kanan, ada yang cerita pernah beruntung hanya ngantri 1 jam, ada yang ke jepang untuk bisnis trip dan menyengajakan weekend itu hanya untuk wisata kuliner dan sushi dai ada di no 1 top list dia, ada juga rombongan yang sepertinya habis pulang dugem-terduga dari gaya berpakaian dan sepagi itu tapi sudah teler (mabuk). Rombongan ini paling heboh, karena setelah 2 jam sempat marah-marah dan memaksa untuk masuk 🙂 yang tentu saja tidak diperbolehkan dan dipersilahkan kembali ke antrian.

P1030339 P1030354

2 jam setengah kemudian akhirnya kami berhasil masuk. Lucunya kami di satu korner bareng dengan 4 orang Indonesia yang lain. Dengan kocak sang chef meledek kalo ini adalah Indonesian Corner. Oiya, warung ini dalamnya terbatas, hanya untuk 13 pengunjung. Dan sushinya pun disajikan satu persatu. Dan semua pengunjung, utamanya turis, pasti akan melakukan ritual untuk poto dulu sebelum makan, mengagumi kesegaran sushi dan menikmati dengan selambat-lambatnya, pantes ngantrinya jadi lama 🙂

Saya memilih Trust the chef course yang berisi 10 nigiri + 1 nigiri pilihan dan @sapijowo memilih standard course yang berisi 7 nigiri sushi. Untuk menu pilihannya saya ambil fatty-tuna, menu paling enak dan paling mahal … huhuhu..1 biji seharga 700 Y (Rp. 82,500). Rasanya bener-bener yummy, melting di lidahh ….. nyam nyam. Ada lagi yang seru, yang sampai membuat kawan dari New York agak geli pas mau nelen. Giliran sushi scallop, sang chef bilang nah ini lebih freshhh lagi, lihat dia masih hidup, Dan bener, di atas nigirinya itu, tentakelnya masih kruget – kruget (bergerak-gerak) ..hehehe.

P1030374_Fotor_Collage

Setuntas makan, kami menyempatkan masuk ke pasar untuk melihat apa bedanya dengan pasar ikan di Kramat jati 🙂 Ternyata memang guede banget pasar ini. Dan berisi hewan-hewan laut yang beberapa baru kali ini saya lihat. Pasar ini juga sibuk sekali, semua pedagang dan pekerja hilir mudik ke sana kemari. Ditambah dengan turis dari seluruh dunia yang sibuk memotret sana sini.

P1030414_Fotor_Collage P1030429

Kemudian kami checkout. Karena siang itu kami harus berganti mengejar Bus, menuju Danau Kawaguchiko. Satu destinasi utama lainnya di musim momiji (autumn) ini yang juga dicari keindahannya oleh semua orang. Kami menuju terminal bis antar kota di shinjuku. Turun dari kereta, kami mengikuti petunjuk arah, membelah mall odakyu Ace di underground tunnelnya, untuk kemudian naik ke atas dan menemukan kantor Keio ini. Terminal antar kotanya ternyata jauh lebih kecil dibandingkan Kampung Rambutan atau lebak Bulus 🙂 Karena rupanya masing-masing perusahaan Bis, memberangkatkan sendiri-sendiri penumpangnya dari halte mereka.

P1030436  P1030431

Bisnya besar dan nyaman, kami meminta duduk di depan, supaya bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Tiketnya sendiri cukup murah seharga 1700 Y. Perjalanannya sendiri cantik sekali, karena kami berkali-kali membelah tunnel yang panjang dan pendek. Diseling pemandangan bukit-bukit yang berwarna-warni sepanjang jalan.

P1030449P1030454

Di kota kawaguchiko ini, kembali saya menjumpai banyak MiniCar yang lucu-lucu bersliweran di jalan. Agak beda dengan selera orang Indonesia yang suka dengan desain bermotif lengkung. Desain jepang untuk MiniCar dan kendaraan sejenis lebih ke kotak.

Setelah 1 jam 45menit kami sampai di stasiun Kawaguchiko. di Jepang sepertinya memang sudah dikondisikan bahwa jarak antara terminal dan stasiun itu dekat, untuk mempermudah pergerakan wisatawan baik lokal maupun asing. Pusat Informasi turis juga pasti ada di kota-kota tujuan wisata.  Di tempat ini jugalah kami menunggu Taka-san, pemilik Nishimiyasou minshuku yang akan menjemput kami. Lagi-lagi kami menginap di minshuku 🙂

P1030457

Sesampai di minshuku, kami langsung meminjam sepeda. Saat itu sudah jam 4 sore, menjelang gelap (maghrib di jepang jam 4.40). Sesuai rencana, kami akan bersepeda mengelilingi danau Kawaguchiko, yang sepertinya tidak terlalu jauh. Konfirmasi Taka-san pun dengan english yang patah-patah, menyampaikan kalo sekeliling danau ini bisa ditempuh dalam 40 menit, dengan jarak sekitar 8 km.

map_walking_trail_e

Kami pun mulai mengayuh, dengan sesekali berhenti untuk menikmati perjalanan. 30 menit perjalanan, langit mulai gelap, dingin menusuk dan mulai gelisah. Kenapa kok tidak sampai-sampai, jangan-jangan tersesat atau jauhnya di luar prediksi. @sapijowo mulai protes karena memang capek, dingin, laper dan sepi, dan beberapa tempat ideal untuk shooting film horror. Akhirnya setelah berjuang 1 jam 15 menit kami sampai ke pusat festival musim gugur di Koyo tunnel. Suasananya meriah, orang-orang ramai berfoto dengan daun-daun merah.

P1030482P1030495

P1030506Setelah lemas kaki, kami lanjut lagi acara bersepeda malam itu. Diselingi dengan makan malam chicken tandhoori yang lezat, akhirnya kami tutup hari itu dengan segelas teh hangat dan cookies berbentuk Fuji. Dan edannya, ternyata sekeliling danau itu sepanjang 15 KM dan total kami menghabiskan 1 jam 40 menit yg takkan terlupakan.

P1030508P1030509

@agung_erwan
20131221

Advertisements

2 thoughts on “Sushi terenak seJepang – day 4

  1. klo dari nikko langsung ke danau kawaguchi/gunung puji bisa ngga Mas? btw tempat sushi yang diatas ini ada di tokyo atau daerah lain?

  2. Kalo Sushi di semua penjuru jepang ada 🙂 Cuman kalo pas di Tokyo, memang spotnya di Tsukiji ini, secara pusat perdagangan ikan di sini. Masih segar-segar ikannya. Nikko ke Kawaguchiko bisa langsung, coba cek Hyperdia saja, banyak alternatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s