No Sake No Butaniku – Japan day 6

11 November 2013
Hari ke 6 kami berada di Jepang, dan malam itu sungguh istimewa. Malem itu kami merasakan bis malam antar kota Jepang, antara Tokyo ke Nagoya. Serasa dari Jakarta ke Jogja 🙂 Nagoya ini tidak ada dalam list kunjungan kami. Tapi mendadak kami harus transit ke Nagoya, karena tiket ke Kyoto sold out. Mungkin orang Tokyo banyak bekerja di Kyoto dan beberapa di antaranya berkarakter hemat seperti kami, jadi memilih transport versi ekonomis yang tidak semahal Shinkansen.
tas jukebox
Selain itu rupanya tanggal 10 November 2013-Hari Pahlawan di Indonesia- di Tokyo sedang ada Kanjani8 LIVE TOUR JUKE BOX di Tokyo Dome. Boyband ini rupanya sedang ngehits di Jepang, terbukti dengan penuhnya terminal keberangkatan Willer Express malem itu dengan remaja cewek Jepang, berkostum kurang lebih sama. Rok pendek kriwel-kriwel, menenteng tote bag juke box yang sama.
@sapijowo sempat berpikir kalo jukebox adalah salah merek tas yang lagi hits di kalangan mudi-mudi Jepang. Namun ketika selirik melihat mereka membawa majalah, dan dengan saling cekikikan mengagumi beberapa cowok ganteng. Kami langsung mahfum, wedeww ini rupanya biang perkaranya. Bubaran konser boyband.
kanjani8 
Kami sampai Nagoya jam 7 pagi. Dan rencananya akan langsung ke Kyoto dengan kereta cepat. Dengan opsi Shinkansen sebenarnya perjalanan hanya akan berdurasi 36 menit, namun kami harus mengeluarkan 2410 Y ekstra. Jadi akhirnya perjalanan akan transit di beberapa tempat. Dari Nagoya, kami turun di Ogaki kemudian ganti kereta lanjut ke Maibara dan setelah ganti kereta kembali sampailah kami di stasiun Kyoto.nagoyanagoya kyoto2nagoya to kyoto
Setelah menitipkan barang ke loker (300Y/day) kami meneruskan perjalanan ke Arashiyama. Siang sampai sore hari itu kami nikmati dengan berjalan – jalan ke Togetsukyo bridge. Jembatan ini juga merupakan destinasi favorit, terlihat dari penuhnya turis yang berkunjung. Jalanan ramai oleh Ricksaw yang ditarik oleh pemuda-pemuda Jepang yang tegap dan kekar. Beberapa turis pemudi sengaja menyewa kimono, untuk lebih melekatkan diri dengan suasana natural yang ada. Jajanan di pinggir jalan sangat khas Jepang, mulai dari sate Sosis, fried manju (mochi goreng berisi kacang merah), udon, ramen dan beberapa tea house.
Selepas dari togetsukyo kami ke bamboo groove, di belakang komplek Tenryu-Ji. Yang ternyata memang kebun bambu beneran. Agak aneh sih melihat turis Eropa bilang ke anaknya, keren ya bambu. Padahal kalo mau main ke desa saya, di setiap perbatasan desa ada hutan bambu yang sama.
arashiyamabamboo groove   
Puas masuk hutan bambu, kami kembali ke stasiun Arashiyama. Karena jam 13.30 kami sudah memesan tiket Sagano Scenic Railway. Jalur kereta ini hanya digunakan oleh kereta tua yang juga dikenal dengan Sagano Romantic Train. Seperti biasa , tepat pada waktunya kereta berangkat. Kereta uap ini mulai dioperasikan pada tahun 1991, dan di musim-musim liburan seperti ini selalu penuh dengan penumpang.Pemandangan sepanjang jalan memang luar biasa indah. Kereta berjalan di lereng bukit yang seiring di bawahnya  ada aliran sungai yang juga menyediakan jasa boat. Sesekali ketika bersimpangan kami saling berhalo-halo. Selama perjalanan, tak lupa pak Masinis juga menguide dengan meriah. Seandainya kami mengerti bahasanya, mungkin kami akan ikut terpingkal-pingkal sebagaimana sebagian besar penumpang yang lain. Perjalanan berakhir di stasiun Kameoka Torroko, dilanjut dengan 15 menit perjalanan kami ke stasiun Umahori untuk kemudian menyambung ke Kyoto. Di Kyoto kami mengambil ransel di locker, dan langsung melanjutkan perjalanan ke Uji.P1030678_Fotor_Collage  
Dan di Uji inilah kami mendapat salah satu dari beberapa pengalaman paling mengesankan selama di Jepang. Dari awal, kami mendapat informasi penginapan di Uji dari blognya om Paul. Dari situ jugalah, kami menetapkan Uji sebagai salah satu destinasi kami. om Paul sudah memberikan arah-arah untuk mencari lokasinya, juga memberikan info kalau pemilik tidak bisa berbahasa Inggris. Praktek di lapangan, kami sampainya kemalaman. Kondisi juga sedang gerimis. Makin lengkap suasana menantangnya. DeJavu dengan ketika harus bersepeda malam-malam di Kawaguchiko, kembali kami mengalami kondisi kedinginan, lapar, sepi, tidak tahu harus ke mana, dan tidak ada tempat bertanya. Beruntung kami hidup di jaman digital, dengan mengkombinasikan antara petunjuk om Paul dan google maps kami menentukan arah. 10 menit berjalan masih di sekitar jalan raya. Sampai kemudian harus berbelok, sampailah kami di tempat yang sepi. Waktu memang masih menunjukkan pukul 18.30, tapi rupanya di cuaca dingin ini baik toko maupun warung relatif sudah tutup. Kami akhirnya menemukan Byodo-in, yang menjadi ancer-ancer lokasi penginapan. Setelah itu diarahkan untuk mengikuti jalan setapak di pinggir sungai, yang entah kenapa jadi agak menyeramkan. Lewat 10 menit akhirnya kami menemukan tempat semacam yang ada di blognya Paul. Cuman rumah itu sudah gelap, kami bel pun tidak ada yang keluar. Wah sempat terpikir kalaupun akhirnya tidak ketemu minshukunya, kami akan mencari penginapan malam itu juga, yang di Kyoto saja.
uji Beruntung, di sebelah rumah tersebut rupanya masih nyala lampunya. Kami nekat saja masuk ke rumah yang ternyata tidak terkunci dan ternyata justru rumah itulah penginapan yang kami cari dari tadi. Malam itu ada 2 tamu termasuk kami, dan dengan bangga dia menyampaikan bahwa warung dia hanyalah satu-satunya yang buka di daerah itu di malam hari. Di sinilah serunya, kami mengalami lost in translation. @sapijowo dan si ibu yang murah senyum berusaha berkomunikasi tapi saling tidak mengerti. Meski akhirnya makan malam yang lezat tersaji dengan kata kunci no sake no Butaniku.

@agung_erwan
20131225

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s