Mendisiplinkan sholat 5 waktu pada anak

ini ceritaku

Contoh yang paling real adalah melalu perbuatan nyata sehari-hari. Kali ini tentang mengajarkan sholat kepada anak. Ini pengalaman saya, mengenalkan anak tentang sholat untuk anak pertama (8 y) dan anak ke dua (5y) jelas berbeda. Dulu waktu anak pertama maka contoh terdekat adalah kami sendiri sebagai orang tua. Sementara anak ke dua, sudah ada contoh tambahan yang lebih identik yaitu kakaknya. Tapi untuk implementasi lebih mudah karena tinggal pegang idolanya maka si adek akan mengikutinya.

Untuk anak pertama, kami memulainya dengan sering mengajaknya sholat berjamaah sekaligus memberi contoh  doa-doa setelah sholat. Untuk si adek, kami memberlakukan hal yang sama. Akan tetapi akhir-akhir ini ternyata saya amati, ikatan sebagai saudara lah yang mendorong mereka untuk selalu sholat berjamaah berdua khususnya waktu sholat subuh, dzuhur dan ashar. Kompak sekali mereka saling mengajak, menunggu dan mengingatkan satu sama lain.

Sebelumnya kami mencoba berbagai cara untuk membuat mereka rutin melakukan sholat. Diantaranya dengan model…

View original post 256 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s