Time to Go home – Japan day 8

Lanjutan dari post sebelumnya.

Hari ke 7 ini perjalanan akhirnya berakhir di stasiun Kyoto. Kami sampai di stasiun Kyoto sudah gelap sekitar jam 8. Selesai mengambil koper di locker coin, di luar langsung disambut oleh Kyoto Tower. Selama melintasi Kyoto dari 2 hari sebelumnya kami belum pernah keluar di main entrance ini. kyoto tower

Dari stasiun kami jalan menuju penginapan. Malam ini kami menginap di   Arklead gojo horikawa, sebuah guesthouse dengan rating bagus. Sekilas di peta sepertinya dekat, jadi kami memutuskan jalan kaki. Mengingat hari terakhir, tas semakin berat dan tangan sudah menenteng kresek di kanan kiri. Agak terseok-seok kami berjalan, karena rupanya capek perjalanan selama 7 hari mulai tidak berkompromi ditambah beban yang bertambah. Setelah sekian waktu, baru nyadar kalo ternyata lokasi penginapannya jauh, durasi sekitar 30 menit jalan kaki. Fyuh, benar – benar perjuangan. @sapijowo sudah protes tanpa henti di 10 menit terakhir.

Alhamdulillah ketemu juga akhirnya. Namun perjuangan berlanjut. Guesthouse ini akhirnya terpilih menjadi yang paling berkesan dari semua penginapan selama kami  di Jepang. Kenapa, karena self service dan semua interaksi hanya dalam bentuk email-tidak ada orang sama sekali. Awalnya saya menganggap enteng, dengan hanya mengingat kode angka yang tertulis di email. Saya pikir ini pasti kunci kamar, nanti di lokasi bisa nanya. Nyampe di lokasi, dengg sepi, capek .. ndak ada orang … gimana cara masuknya tempat ini.   Ada semacam key yang ada tombol angka di depan pintu. Kami masukkan kode, nyala merah, tidak ada tanda-tanda pintu terbuka.

penginapan

Ngubek-ubek tas, akhirnya baca petunjuk yang ada dari pihak penginapan. Konyolnya  panduan itu rupanya juga ditempel di pintu. Baca 2 kali bolak – balik baru ngerti, pertama cari loker dengan namamu.

penginapan2

Setelah ketemu, buka kuncinya dengan  4 digit angka yang ada. Kemudian ambil kuncinya, untuk membuka pintu depan dan sekaligus pintu kamar.

penginapan3

Di dalam kamarnya benar-benar bersih dan lengkap, persis seperti yang tertera di site. Di kamar tersedia komputer dengan koneksi internet dan juga tertera, karena lokasi di lingkungan penduduk, tamu penginapan tidak boleh terlalu berisik. Malem itu kami packing karena pagi-pagi harus ke bandara. Barang-barang sudah beranak, jadi kami atur sepadat mungkin supaya besok di pesawat tetap masuk ke kabin.

penginapan4

Paginya kami kembalikan kunci kamar ke drop box yang tersedia dan tentu saja dengan nama saya di situ. Kemudian jalan 5 menit menuju halte bus terdekat. Bis pertama menuju stasiun Kyoto berangkat dari halte tersebut pukul 6.05. Perjalanan hari itu dilanjut dengan kereta jurusan osaka. Di stasiun sempat melihat moment menarik, ketika petugas melakukan pergantian isi vending machine minuman. Oh ternyata seperti ini bentuk dalamnya 🙂

refill vending machine

Transit sebentar di stasiun Osaka untuk berganti kereta. Di sini kami juga menemukan moment menarik ketika orang-orang jepang dengan gesit lari dan loncat untuk mengejar kereta. Dan juga begitu tertibnya mereka antri menunggu kereta. Jadwal kereta rupanya sengaja dibuat serapat mungkin supaya orang-orang ini terus berlari 🙂

antrian keretagutbai    

Dan akhirnya 8 hari yang sangat berkesan ini berakhir sudah. Siang itu dari Kansai kami terbang ke Kuala Lumpur untuk kemudian dilanjutkan ke Jakarta. Selamat tinggal Jepang. Kami akan kembali di musim yang lain.

@agung_erwan & @sapijowo

6-13 November 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s