London Day 1 – Jetlag itu ternyata begini rasanya

Day 1-28 April 2014
Hari yang dinanti akhirnya tiba. Exited jelas, tapi melihat jadwal penerbangannya sudah pegel duluan.

emirates

Baru pertama kali mengalami dan memilih penerbangan midnight. Berencana tidur selama perjalanan supaya lebih nyaman, mengingat lamanya perjalanan 🙂

Pesawatnya sendiri sangat nyaman, dan cukup surprise melihat banyaknya penumpang dari Jakarta menuju Dubai, penuhhh. Jam 5.30 setelah menempuh perjalanan sekitar 6600 km, kami transit dulu di Dubai. Karena dari Jakarta kami sudah diberikan 2 tiket, maka di Dubai ini tinggal mencari gate yang ditentukan. Setelah 2 jam menjelajah bandara, tepat jam 8 terbang lagi. Kali ini dengan jarak kurang lebih 5500 km. Dan Alhamdulillah, sesuai jadwal pesawat merapat ke London Gatwick. Wihhh Londonn, orang kampung sampai London juga 🙂

Imigrasi bisa dilewati dengan lancar. Sempat ditanya tujuannya apa, untuk konference, setelah itu enjoy sighseeing. Ok, selamat menikmati. Kemudian lanjut naik Gatwick Express langsung ke Victoria. Cepet, cuman 30 menit dengan fee 19 GBP. Ada yang lucu, di counter loket dimarahin sama petugas karena mesen Oyster buat berempat padahal kami cuman berdua. Loh 2 lagi buat siapa, kalo mesen yang bener. Ok dehhh 😛

victoria1 victoria2

Sesampainya di Victoria Station saya langsung beli Oyster Card yang digabung dengan travelcard untuk 7 hari. Yang berlaku free untuk zona 1 dan 2, sedangkan untuk 3 ke atas harus tambah bayar. Belinya di sini :

oyster

Ada deposit 5 GBP, yang bisa direfund di tempat-tempat sejenis ini. Detilnya ada di sini.

Kemudian kami lanjut naik Tube ke Warren Street, stasiun terdekat dengan penginapan di Holiday Inn Regents Park.

Sedikit penampakan Petanya (lebih besar silahkan klik di sini)

tube_map_kecil

Keluar dari Warren Street sempat bingung, ke mana arahnya. Nanya om gugel, dikasih arah ke lokasi. Tapi sempet nyasar karena pas sinkronisasi dengan GPS lumayan lama. Jadi kami nebak aja, yang ternyata malah menjauhi tujuan. Wahahaha .. jadilah mondar-mandir dengan koper segede gaban.

Setelah arahnya benar, baru ngeh dengan pemandangan sekitar … wuffff kerennnn, bersihhh … duinginnnn .. brrrrrrr. Pantes semua orang pada jalan ngebut dan berpakaian dobel/tebal. 30 menit kemudian .. taraaa .. sampailah kami. Disambut dengan penampakan taxi london yang khas dan imut ituhh 🙂

holidayinn

Sampai di hotel sekitar jam 15.00, dan badan rasanya sudah capek semua. Jam biologis Jakarta, biasanya ini jam persiapan istirahat (+7 jadi jam 22.00). Pantes ngantuk. Tapi demi cuaca sore itu yang cerah, dan demi penyesuaian jam tidur dengan waktu London. Kami menerima ajakan pak Daus (dari Wisma Indonesia) untuk sightseeing ke beberapa spot di London.

Tujuan pertama adalah komplek Tower of London. Konon kabarnya tempat ini dulunya adalah tempat eksekusi dan penjara pada abad 16. Dan rupanya sore itu cukup ramai. Karena selain menikmati pemandangan Tower of London baik dari luar ataupun mengikuti Tour. Banyak juga yang nampang dengan Tower Bridge-si jembatan yang bisa dibuka tutup melintasi sungai Thames yang legendaris itu. Banyak yang salah paham, bahwa ini adalah LondonBridge padahal bukan.  Setelah jepret sana sini, kami makan. Karena sepanjang penjalanan yang nyaris 24 jam kami belum ketemu nasi, kami tidak menerima usulan pak Daus untuk mencoba Fish & Chip nya London yang terkenal. Tapi mencoba nasi goreng di restoran Jepang di sebelahnya. Namanya Wamagama, resto ini cukup banyak di sekitaran London. Makanannya lumayan cocok di lidah, dan yang jelas mengenyangkan perut yang lapar dari siang.

tower of london

tower castle

Oiya perjalanan sore ini kami diantar pak Daus dengan mobilnya. Jadi kami mengenal hal baru tentang  bagaimana parkir di London. Hampir tidak ada orang yang menjaga gedung parkir. Datang pencet tombol dan ambil tiket. Pulangnya tinggal bayar ke loket ataupun mesin pembayaran, ambil tiket bukti bayar yang dipakai untuk membuka pintu keluar. Yang jelas, parkir di sini mahal hehehe .. dan di parkiran banyak mobil mewah yang jarang saya lihat di Indonesia 🙂

Beres dari situ, kami lanjut ke kawasan Westminster, untuk melihat Westminster Abbey dan Big Ben. Dan ternyata semua spot turis memang ramai. Banyak orang mengambil gambar berlatar depan gereja, dan si jam Big Ben, tak ketinggalan box telpon Merah khan London, yang saya kenal dari gambar-gambar. Di depan gedung parlemen, terdapat taman yang asri. Yang di sekelilingnya berdiri gagah, patung-patung tokoh terkenal Inggris dan Dunia.

westminster abbey

westminster abbey 2

 

Meski waktu baru menunjukkan pukul 18.00 tapi mata rasanya sudah sepet. Ngantuk dan lelah bercampur jadi satu. Apakah ini jetlag..yang katanya badannya tidak bisa ditipu saja jam 🙂

 

big ben 2 big ben

Puas dari sana, kami lanjut ke tujuan terakhir sore itu ke Buckhingham Palace, istana sang Ratu. Dan ini baru yang  bisa dibilang istana beneran. Tamannya luas dan asri, bersihhh, istananya megah dan penjaganya kerenn. Berikut beberapa penampakannnya.

buck1 buck2 buck3 buck4

Besok kami akan kembali untuk melihat prosesi Change the Guard yang terkenal itu. Dan cukup untuk hari ini, buahhh … rasanya capek benerrrr … waktunya meluruskan punggung dan mengembalikan energi untuk aktivitas esok yang lebih seru.

 

#latepost

@agung_erwan

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s