London Day 2 – MayDay Strike membuat kami engklek sampai kemeng

Day 2 – 29 April 2014

Pagi ini dibuka dengan bangun kepagian .. Jam 4 pagi sudah bangun dan tidak bisa tidur lagi. Melihat email dan instant messaging, kerjaan sudah ramai. Ya pantes, di jakarta sudah jam 11 kali. Sambil bales email sana – sini, ngecek cuaca hari ini mendung, tidak ada matahari. Suhu di sekitaran 12 – 16 C, lebih dingin dibanding kemarin nih.

Hari ini kami mau melihat Changing the guard-proses pergantian tentara penjaga Buckingham Palace. Prosesnya sendiri akan mulai jam 11 siang,sebaiknya 1 jam sebelum sudah sampai lokasi supaya dapat spot yang bagus. Oiya baru tahu kalau ternyata sudah ada appsnya, meski baru buat iPh*n*.  Bisa didownload di sini, dengan skrinsut kurang lebih seperti ini.

Changing the guard apps

Jam 8 kami ngumpul untuk sarapan. Ini breakfast pertama kami di negeri ini. Tentu ada sedikit penasaran, seperti apa makanannya. Apakah makanan hotel biasa, atau khusus. Ternyata sesuai dugaan, sama dengan beberapa menu hotel di tanah air. Tapi ternyata setelah obrolan sarapan, saya baru tahu ternyata menunya khusus. Inilah yang disebut dengan English Breakfast, dan sebagian besar hotel bintang 4/5 di tanah air menyediakan menu english breakfast. Dasarr ndesooo 🙂

english breakfast

Ada toast, baked beans, baked tomato, jamur, telur mata sapi, daging asap (babi), sosis (babi) dan black pudding. Dan pastinya seteko kecil english tea yang terkenal. Porsinya cukup besar menurut saya, jadi saya pisahkan daging..karena saya sedang diet Babi hahaha. Dengan porsi sarapan yang berat seperti ini kita akan hemat, karena lunch dan dinnernya bisa digabung.

Beres sarapan, kami jalan menuju warren Street. Estimasi perjalanan 1 jam sampai lokasi. Naik Tube dari Warren Street turun di Charing cross. Lanjut menuju Trafalgar Square, melihat – lihat National Gallery sebentar, dan lanjut ke istana.

peta tube

Tapi rencana tinggal rencana, hari itu ada Tube Strike. Tertulis di pintu station Warren Street bahwa mereka baru akan beroperasi normal tanggal 1 Mei 2014. Baru ngeh, rupanya mereka menyambut Hari Buruh 1 Mei dengan semeriah ini 😦

london tube strike

Setelah ‘lost’ beberapa waktu, akhirnya kita sepakat jalan saja. Menurut peta relatif dekat-5 KM, bisa dicapai dalam 45 menit. Lengkap dengan iringan gerimis,  kami menyusuri Tottenham Court Rd. Diselingi foto-foto, jam 10 kami baru sampai Trafalgar.

trafalgar square

Wah dikejar dikejar waktu nih, mana ya The Mall. Jalan masuk ke arah Buckingham Palace yang diapit oleh taman St James Park. Menengok ke depan, waooww itu dia.. gerbangnya keren sekali.

gate The Mall

Dan tamannya memang bersihhh dan asriii. Buktinya di cuaca yang mendung ini saja, malah makin romantisss. Sekedar menikmati suasana sendiri atau bersama pasangan.

P1040202_Fotor_Collage

 

Waktu makin mepett .. harus bergegass.

bergegas

Akhirnya menjelang jam 11 kami sampai, dan menyelip di antara para penonton di depan pintu gerbang istana menghadap ke arah jalan. Jalan sudah dikosongkan oleh beberapa pasukan berkuda, yang mondar-mandir mengingatkan untuk tertib dan meminta tas ditaruh depan karena banyak copet.

kuda

 

Keriuhannya kurang lebih seperti ini.

penonton1 penonton2

Tepat pukul 11.15 dari arah Ministri of Defense, terdengar gedebak gedebuk toett toett .. suara terompet ditiup. Ohh rupanya sudah mulai nih. Urutannya kurang lebih sesuai jadwal ini

Change The Guard 1 Change The Guard 2 Change The Guard 3 Change The Guard 4 Change The Guard 5

Sementara itu di belakang punggung saya, separuh penonton melihat ke halaman istana untuk melihat upacaranya.

penonton3 Change The Guard 6

Ternyata posisi yang pas memang di halaman ini. Bisa melihat ke jalan dan bisa melihat ke halaman istana. Prosesi ini berjalan 45 menit tepat sampai jam 12.00.

Penonton kemudian membubarkan diri pelan-pelan. Saya sendiri ngebut, karena sudah nahan BAK dari tadi … hadehh. Syukurnya ada toilet di St. James Park. Fyuhh lega, dan keluar toilet pun istana terlihat sangat cantik 🙂

buck1

Sekeluar taman yang seluas Monas ini, kami langsung ketemu Big Ben. Meski tujuan berikutnya adalah London Eye. Karena selewatan Big Ben ya tetep harus diabadikan.

big ben 1 big ben 2

London Eye ini satu komplek dengan London Sea Life Aquarium dan  London Dungeon. Tiketnya bisa dibeli terpisah ataupun kombinasi dengan harga yang lebih miring. Kami beli standard tiket untuk London Eye saja, senilai 19.95 GBP. Ngantri masuk London eye-nya ternyata ngga selama antri beli tiketnya. Dan pemandangan London dari atas memang sungguh fantastis.

london eye1_Fotor_Collage big ben 3

 

Hari itu kami juga mendapat kabar gembira kalau di Q1 2014 ini, posisi 1 yang kantor kami dapatkan di Q4 2013 yang membuat kami datang ke London ini berhasil kami pertahankan. Yeayyy … Alhamdulillah. Kita rayakan di mana ya. Setelah browsing, sepakat untuk makan di salah satu restonya Jamie Oliver – chef terkenal dari London – Jamie’s Italian di Covent Garden. Dari London Eye, kami naik Tube-ternyata ngga semua station tutup- dari Waterloo station turun di Tottenham Court. Dari situ menyusur Tottenham Court Rd lagi menuju lokasi.

Bingung dengan menu, akhirnya milih menu favorit aja deh-> Jamie’s Italian Flash steak. Wah lezat sekali … mungkin karena lapar dan happy feeling no 1. nya menambah cita rasanya 🙂

IMG_20140429_162426_Fotor_Collage

Kenyang makan, lanjut lagi perjalanan. Sebenarnya mau ke Oxford street-pusat perbelanjaan semacam Orchard di Singapore. Tapi seolah terbujuk pesonanya daerah West end ini, kami akhirnya sepakat untuk menonton teater musikal di Palace. Yang lagi main The Commitments-Roddy Doyle’s. Menurut info seru dan lucu, memainkan musik swing. Menunggu jam 19.30, mulainya acara kami jalan ke daerah Soho.

soho 1_Fotor_Collage

Seputaran memang banyak tempat nongkrong. Lucunya, kok bisa nongkrong hanya dengan minum Beer dan berdiri pula. Hanya   ngobrol, di udara yang dingin. Mungkin memang budaya yang berbeda ya. Belakangan baru tahu kalo budaya orang bersosialisasi di sini ada beberapa cara : Nonton teater, nonton bola dan nge-beer bersama. Mereka juga hobi berkumpul di taman. Duduk-duduk di kursi maupun langsung saja duduk di rumput. Membawa cemilan sendiri, yang begitu selesai langsung dibuang ke tempat sampah yang tersedia. Budaya bersih ini sungguh membuat iri.

Jam 19.30 kami masuk ke Teater. Sempat deJavu seperti sedang menonton Ketoprak Siswobudoyo di Tulungagung sekian tahun silam. Karena feelnya dan setnya kurang lebih sama, ketika tirai masih tertutup. Bedanya ini kursinya empuk, seperti bioskop 21.  Kami duduk di stall depan panggung, dan karena ambil tiket termurah (20 GBP), posisinya di belakang.

The commitments 2_Fotor_Collage

Overall pertunjukan ini benar-benar spektakuler. Pantas, semua seat penuh terisi. Orang Eropa juga sangat ekspresif, selalu memberi applouse ketika ada performance yang keren. Tak segan ikut berdiri dan bergoyang bersama band yang ada di panggung. Meski ini adalah teater, di mana penonton harus duduk di seat masing-masing.

Hari kedua ini benar-benar lengkap. Semua puas dan semua lemas, jalan kaki dari pagi, kalo 10 KM saja ada. Dan masih ada sekitar 3 KM lagi menuju hotel. Semangatt, besok event utamanya, yang pastinya lebih seru lagi 🙂

#latepost

@agung_erwan

 

 

Advertisements

One thought on “London Day 2 – MayDay Strike membuat kami engklek sampai kemeng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s