London Day 5 – ikut sok nge-Beatles di Abbey Road

Day 5 – 2 Mei 2013

Terbangun di pagi hari , melihat semburat jingga di ufuk timur. Kucek-kucek mata setengah sadar, di mana ini. Kenapa bangun tidur ada cahaya di atas kepala. Oh ternyata, terbangun di loteng Wisma Indonesia. Loteng yang disulap menjadi kamar dengan 5 penghuni.

Membuka jendela, brrrr dinginn .. tapi segar. Hemm .. begini rupanya pemukiman di London. Rumahnya seragam, berkulit bata merah dengan atap yang dilengkapi cerobong perapian. Menurut pak Daus, memang pemerintah memberikan guidance pembangunan rumah bagi penduduk. Yang salah satunya dinding batu batanya terdiri dari 2 lapis dan ada rongga di antaranya. Yang berfungsi menjaga suhu udara supaya tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas.

loteng

 

Hari itu ada beberapa tujuan yang akan kami datangi. Tujuan utama ada Bleinheim Palace kemudian ke Bicester Village. Tapi sebelum ke sana, pemberhentian pertama adalah Abbey Road. Jalanan ini terkenal karena The Beattles rekaman di Abbey Road studio yang masih ada sampai sekarang, menamakan albumnya dan menjadikan poto menyeberang jalan yang abadi dengan dan di jalan tersebut.

beatles 800

Jalannya sebenarnya biasa, cuman fansnya yang luar biasa. Di pagi yang dingin itu, mereka sudah ngantri, dari berbagai negara untuk bergantian poto baik dengan sesama fans maupun kendaraan lewat. Jadi ikutlah kami melakukan hal yang sama 🙂

abey road

Dari Abbey road kami lanjut ke Stamford Bridge, kandang dari Chelsea FC. Bridge atau jembatannya sendiri ternyata sangat kecil, yang menjadi penanda sebelum mendekati komplek stadion. Stadionnya sendiri tersembunyi di dalam kompleks perumahan dan toko di Fulham Road. Kalo di Indonesia, rumahnya sudah pada pindah takut ditimpuk.

Di sekeliling stadion banyak poster raksasa para pemain, yang sepertinya disediakan untuk berfoto bagi pengunjung. Dan meski saya bukan fans Chelsea, sebagai kenang2an dengan berat hati saya poto di sebelah mas Mourinho beserta seluruh anggota timnya. Ini merupakan poster terbesar di seluruh lingkungan stadion.

chelsea

Lepas dari Stanform Bridge, bersama pak Daus kami akhirnya menuju ke Bleinheim Palace. Sekitar 61 Miles atau 98 km dari London. Di tengah cuaca mendung hari itu, kami melaju di tol menuju oxford. Bleinheim terletak sedikit di luar kota Oxford.

direction

 

Oiya bagi penggemar mobil Eropa, berada di jalan tol itu sangat seru. Mobil – mobil yang kalo di Jakarta hanya dimiliki beberapa gelintir orang, diparkir dan dielus-elus saja, kalau di sini bersliweran ke sana kemari.

way bleinheim castle

Mendekati  Bleinheim Palace, kami memasuki kota kecil yang cantik. Di ujung jalannya gerbang Bleinheim Palace berada. Istana ini terkenal sebagai tempat kelahiran dan besarnya Sir Winston Churchill. Ada versi Indonesia yang cukup lengkap di sini.

bleinheim 6 covernyah

 

bleinheim castle 2 bleinheim palace 4

Melihat luasnya istana ini, saya tidak terbayang bagaimana jika tinggal di dalamnya. Mungkin om Winston kecilnya bisa berlayar di danau buatan di depan rumahnya sendiri, menggembala domba di halamannya yang luas. Kemudian susternya mendorong strollernya (jika sudah ada) dengan jarak 10 km sehari 🙂

Di istana ini kita bisa membuat kartu anggota yang valid untuk 1 tahun. Siapa tahu ada kesempatan untuk ke sini lagi di setahun ke depan. Puas mengelilingi istana, kami melanjutkan perjalanan ke Bicester Village. Pusat perbelanjaan dengan berbagai brand terkenal di dunia dengan harga pabrik (Factory Outlet). Dan itu masih belum cukup, karena sebagian besar masih memberikan diskon tambahan. Dan dari pak Daus, kami diberikan tips. Jadi ceritanya saya masuk ke Tourism Centernya, mengaku sebagai tour leader beranggota 10 orang ke petugas. Toh sebenarnya saya tidak berbohong, ketika bilang saya adalah tour leader. Meski jumlah orangnya tidak nyampe segitu sih. Dan petugas berbaik hati memberikan kartu diskon berlaku 1 hari itu, dengan diskon tambahan 20%. Wuihhhh.

Tempat ini juga menyediakan mushola. Karena ternyata Bicester Village ini merupakan destinasi favorit wisatawan Timur Tengah.

mushola

Bagi penggemar belanja, datang ke sini bagaikan menemukan harta karun. Terlihat dari banyaknya kantong belanjaan yang dibawa baik oleh rombongan saya, maupun pengunjung lainnya. Bagi pengunjung biasa seperti saya, jika beruntung mungkin bisa menemukan sandal Cla*ks dengan harga 150 rb saja, atau tas Coac*h dengan harga 20-30% lebih murah dari toko yang di Oxford Street.

bicester shopping village

Konsep yang sama ditiru oleh Malaysia, dengan Johor Premium Outlets-nya. Wisata belanja memang sangat menarik bagi sebagian besar orang, di manapun itu. Indonesia mungkin cukup berbangga dengan Bandung factory outletnya yang harganya bisa tinggal 30% dibandingkan harga termurah di Bicester Village ini dan juga menjadi salah satu tujuan utama wisata domestik.

Namun jika anda sedang kebetulan ke London, Bicester Village ini saya rekomendasikan untuk masuk salah satu daftar kunjungan.

 

@agung_erwan

#latepost

 

 

Advertisements

One thought on “London Day 5 – ikut sok nge-Beatles di Abbey Road

  1. Pingback: London Day 6 – Ziarah Stadion | Keluarga AES : Sebuah kisah perjalanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s