US Trip – 2nd city – Las Vegas

lanjutan dari 1st city-Los Angeles

Greyhound ternyata bis biasa, sama saja seperti di Indonesia. Setelah perjalanan selama kurang lebih 5 jam, dengan istirahat sebentar di Rest Area Barstow, kami akhirnya sampai di Las Vegas. Lagi-lagi uber taxi yang mengantar kami sampai ke hotel. Kali ini yang mengantar mas Alex dari Uzbex, sudah 10 tahun merantau di US, dan setahun terakhir aktif di Uber Taxi.

IMG_20141109_145427_Fotor_Collage

Sesampainya di Vegas, kami langsung cek medan. Melihat keramaian kota, suasana yang hidup dengan banyaknya orang berjudi di meja-meja roulette, blackjack dan mesin slot di lantai-lantai kasino yang tersebar di hampir semua hotel yang ada, juga artis jalanan yang berlomba saling menarik perhatian para orang yang berlalu lalang, tak mau kalah para pedagang strip club yang menawarkan show mereka dengan menyebar brosur dengan gambar-gambar syur, bahkan ada yang menggunakan mobil iklan.

IMG_20141113_203758_Fotor_Collage IMG_20141113_203758_Fotor_Collage1

Selama 5 hari ke depan, kami akan mengikuti konferensi tentang Contact Center, dan kami menginap di Vdara Hotel. 1495 room dan 57 lantai, Luar biasa, hotel dengan hunian sebanyak itu, tapi okupansinya nyaris 100%.
Selain konferensi yang kami ikuti ada juga beberapa konferensi yang lain di hotel tersebut. Vegas memang menjual one stop entertainment package, hiburan, judi, penginapan, makanan lengkap di sana.

Saya tidak akan bercerita tentang suasana konferensi, karena menurut saya umum sebagaimana yang lain. Namun ada beberapa hal menarik selama stay di Las Vegas.

Grand Canyon

Kita mulai dengan kunjungan ke Grand Canyon,ngarai terbesar di dunia. Beberapa ulasannya bisa dicek di sini, sini, sini atau videonya di sini
Ngarai terbesar ini merupakan salah satu keajaiban dunia, dikunjungi sekitar 5 jt orang setiap tahunnya. Ada banyak opsi, dari naik bis, road trip, pakai pesawat kecil baling2, pakai helikopter ataupun boat menyusuri Sungai Colorado di bawah sana. Spot paling favoritnya adalah Skywalk dengan ketinggian 1200 m jika diukur dari dasar ngarai, diklaim sebagai bangunan tertinggi di dunia. Dalam bentuk bangunan dengan letter U, berdinding kaca, tidak direkomendasikan pada yang phobia ketinggian. Masuknya antri dibatasi sekitar 120-an orang, bisa beli tiket sekalian poto kalo satu grup-karena ngga diperbolehkan bawa kamera atau HP, dan yang paling lucu diminta pakai kaos kaki melapisi sepatu- supaya tidak menggores kaca.

BC100147447_B
Hasrat berpoto akhirnya kami puaskan di luar skywalk. Dengan berlatar Grand Canyon. Awalnya pose-pose cantik, ketika saya mulai pose-pose terbang katro (leviasi wannabe), akhirnya ramai-ramai ikutan.Tak Lupa kami foto-foto juga ke Guano Point. View dari sini lebih luas, karena secara spot lebih tinggi jadi kita bisa melihat ke dua arah. Poto-poto di sini menurut saya beresiko tinggi. Apalagi buat orang Indonesia yang suka nekat, meski sudah diberikan papan peringatan di mana-mana. Ada beberapa orang Indian Hualapai yang aktif berkeliling untuk memastikan tidak ada yang membahayakan diri mereka sendiri. Lokasi ini memang dimiliki oleh suku Indian Hualapai.

IMG_20141111_211530_Fotor_Collage_canyon IMG_20141112_141926_Fotor_Collagess
Untuk sampai ke grand canyon ini kita akan melewati Hoover dam , tapi kami tidak ambil tour di sini. Tanggung, mending ke grand canyon sekalian. Meski sebenarnya Hoover dam ini juga sangat cantik dan megah. Diakui sebagai salah satu milestone engineering dan tenaga kerja Amerika, karena rancang bangun serumit ini berhasil dibangun pada tahun 1936 ketika teknologi belum secanggih sekarang. Dan sekitar 213 pekerja gugur dalam tugas yang berat itu

Seagull_View_Rendering_10_02300dpi11 Hoover_sm1

Fremont Street
Dari banyak tempat bernama Fremont, mungkin Fremont Las Vegas ini yang paling unik. Dengan alamat lengkap di 425 Fremont St., Las Vegas, NV 89101, konsepnya adalah open air mall. Dengan daya tarik unggulannya adalah layar terbesar di dunia. Terbentang sepanjang pedestrian, kurang lebih panjangnya 1500 feet (457 meter), dengan lebar 90 feet (27,432 meter). Menampilkan video konser The Doors, Bon Jovi, Kiss dan banyak lagi. Juga terdapat 3 panggung, yang menampilkan live music. Tempat ini menurut saya memberikan experience Vegas yang paling lengkap, segala ada di satu tempat. Konon katanya dikunjungi 25.000 orang setiap harinya.
Di sini, yang cukup menarik kalo bagi saya adalah mbak-mbak berkostum sexy yang bisa diajak foto bersama, toko suvenir yang relatif lebih murah, pertunjukan pole dancing di salah satu stage, toko yang menjual segala pernak pernik Indian asli, artis jalanan yang kreatif dan keramaian orang berlalu lalang. Detil infonya di sini  contoh keseruannya di sini  (ada beberapa content yang khusus dewasa-hati2)

IMG_20141111_211530_Fotor_Collagefremont

Le Reve The Dream
Pada perjalanan ini, saya berkesempatan untuk melihat satu pertunjukan paling spektakular dalam hidup. Bukan karena ndeso sih, karena memang spektakuler. Konsep pertunjukan yang menggabungkan keahlian akrobat, menari, senam, renang, loncat indah, dan menyelam papan atas, background yang spectacular, efek lighting yang luar biasa, musik pengiring yang megah, kecanggihan peralatan panggung, set panggung air yang mewah dan unik serta harga tiket yang wah tentunya. Tiketnya antara 105 – 195 USD, tapi sangat layak mengingat show yang ditampilkan. Le Reve The Dream ini sudah 4 tahun berturut – turut dinobatkan sebagai show terbaik di Las Vegas. Merupakan show andalan di hotel Wynn. Semua hotel Casino di Vegas memiliki show unggulan. Sebagian dalam konsep sirkus, operet musikal ataupun live musik.
sedikit cuplikannya bisa dilihat di sini dan untuk pesan tiket bisa di sini
LeReve7

IMG_20141110_193516_Fotor_Collagereve

Zappos Office Tour
Salah satu tujuan perjalanan adalah benchmark ke zappos. Kenapa Zappos kami pilih, selain karena mereka membuka diri untuk office tour hampir sepanjang tahun. Hal ini lebih karena kepopuleran zappos dalam mengangkat Customer Service sebagai satu budaya perusahaan. Sang pendiri berujar bahwa Businesses often forget about the culture, and ultimately, they suffer for it because you can’t deliver good service from unhappy employees. -Tony Hsieh. Budaya service dan membantu sangat kental di zappos ini, dibangun dengan keteladanan langsung dari para eksekutif. Cerita tour guide kami-yang sangat ramah dan ceria, Tony sendiri masih punya jatah sekian jam untuk online di Call Center menjawab pertanyaan pelanggan secara langsung. Terus terang saya kagum sekali dengan karakter para pekerja di zappos ini, mulai dari driver yang menjemput-mereka dengan free mengarrange untuk menjemput kami di hotel, saya pikir driver tapi ternyata one of employee. Kemudian resepsionis, setelah dikasih name tag kami dihand over ke tour guide dan satu asistant, kemudian employee yang kami temui sepanjang tour dan driver yang juga employee yang berbeda yang mengantar kami balik ke hotel. Semua ramah, ceria, bersemangat dan sangat memastikan kami puas dengan tugas apa yang kebetulan menjadi peran mereka di hari itu. Officenya juga sangat kreatif, karena saat itu musim fall, maka suasananya didesain agak ‘kotor’ sebagaimana fall, dengan banyaknya daun2 berguguran di lantai. officenya dibuat simple, dan open. Bahkan ruang direksi cuman satu ruang kaca kecil di tengah office dengan label Monkey Row. Ruang santai dan kolaborasi tersebar di mana-mana, kantinnya sangat nyaman, dan ada satu loket helper yang akan membantu untuk kebutuhan apapun.
Puas sekali saya dengan kunjungan ke zappos sore itu. Cerita sore itu ditutup oleh salah satu staff yang mengantar kami, bahwa mereka baru beberapa tahun terakhir pindah ke Las Vegas yang lebih hidup, karena secara karakter kota dan budaya perusahaan mereka kurang lebih sama.

DSC07191_Fotor_Collage22DSC07191_Fotor_Collage1
Detil kunjungan kurang lebih sama dengan tulisan berikut  dan kisah sukses insiratif sang pendiri bisa di cek di sini

Sholat Jumat
Surprise juga dalam perjalanan ke US kali menemukan beberapa pencerahan spiritual. Awalnya pas hari Jumat, kami berniat sholat Jumat. Hasil gugeling, ketemu masjid agak di luar kota. Alhamdulillah, ternyata ada masjid juga di Vegas dan melaksanakan sholat Jumat. Dengan menggunakan taxi, kami ke sana. Masjidnya megah, dan sangat bersih. Pas kebetulan imamnya sangat terkenal di Amerika, beliau adalah Dr. Aslam Abdullah direktur Islamic Society of Nevada, editor dari the Muslim Observer dan direktur the Muslim Electorates Council of America. Khotbahnya sangat sejuk, bagaimana kita harus membangun citra muslim secara baik di kondisi saat ini. Setelah sholat kebetulan ada mualaf yang bersyahadat, kami semua menjadi saksi dan bertakbir demi kebahagiaan di siang itu. Memang baru sekali ini saya melihat prosesi mualaf dan ternyata semenyentuh ini. Dan ternyata yang bersyahadat adalah orang Indonesia juga, yang sudah lama tinggal di sana dan akan menikah di hari itu.

IMG_20141113_203758_Fotor_Collage2
Sepulang dari masjid ketika sedang order taksi, kami diantar oleh saudara muslim dari Pakistan. Beliau bercerita panjang lebar ketika awalnya saya membuka percakapan tentang sulitnya menjadi muslim di Amerika. Cerita beliau, memang sempat sulit ketika 911 Black September terjadi, sempat banyak muslim yang terusir dari Amerika. Namun akhir – akhir ini kondisi sudah normal, di Vegas saja ada sekitar 15 ribu umat muslim dengan 5 masjid yang tersebar. Kehidupan beragama sangat baik, semua saling menghormati karena selain memang budaya respeknya sudah sedemikian terbangun, hukum di Amerika pun sangat melindungi kebebasan warganya selama tidak melanggar hukum. Restoran halal cukup banyak, dan beliau sangat menikmati menjadi muslim Amerika. Beliau bahkan mempertanyakan tentang muslim di Indonesia, yang menurutnya tidak saling menghargai dan mau menang sendiri antar golongannya, belum sikap arogansinya sebagai mayoritas terhadap pemeluk agama lain. Sungguh satu insight yang sangat menyentuh saya, yang selama ini tidak pernah saya bisa bayangkan. Terimakasih banyak pak, atas cerita berharganya, semoga bisnis jual beli rumahnya lancar.
Akhirnya setelah 5 malam di Vegas, Sabtu pagi kami terbang meninggalkan Vegas menuju San Fransisco. So Long Vegas, see you next occasion.

 

@agung_erwan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s